Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Koleksi Arkeologi’ Category

Arca Ganesha

Museum Nasional memiliki cukup banyak koleksi arca batu bermuka gajah. Arca-arca tersebut tersebar di sejumlah tempat. Sebagian besar berada dalam sikap duduk (kurmasana). Hanya dua buah yang bersikap berdiri (stanakha). Arca bermuka gajah itu disebut Ganesha.

Di antara sejumlah arca Ganesha, yang dianggap koleksi adikarya adalah arca yang berasal dari Candi Banon, Jawa Tengah. Arca itu berasal dari abad ke-8, dengan tinggi sekitar 150 sentimeter.

Arca Ganesha tersebut terbuat dari batu tunggal. Hasil pahatannya sangat halus dan detail sekali, sehingga mengundang kekaguman para pakar sejarah kesenian dan masyarakat awam. Bahkan mereka sering membelai atau mengelus belalai Ganesha. Tak lain maksudnya supaya pintar karena Ganesha dikenal sebagai dewa ilmu pengetahuan, sebagaimana kita lihat pada lambang ITB, sebuah perguruan tinggi di Bandung.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Emas;
Dusun Plosokuning, Desa Wonoboyo, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah;
Awal abad ke-10 Masehi;
Panjang 28,8 cm; Lebar 14,4 cm; Tinggi 9,3 cm;
No. Inv. 8965.

Bagian luar mangkuk yang berlekuk enam, berhiaskan relief Ramayana yang menceritakan penculikan dewi Sita oleh Rawana. Oleh karena itu mangkuk ini dikenal dengan sebutan mangkuk Ramayana. Relief-relief tersebut dibuat dengan teknik solder dan teknik tempa mengambil sistem tempa dari sisi dalam (repousse technique).

Pembuatannya sangat halus dan indah sehingga mangkuk ini merupakan benda paling indah (bernilai estetika tinggi) di antara temuan-temuan Wonoboyo.

Perunggu;
Jawa Timur;
Abad ke-13—14 M;
No. Inv. 6040.

Genta Candi biasanya diletakkan di lingkungan percandian atau kuil. Fungsinya untuk memanggil umat beribadah. Hiasan pada genta candi ini sangat raya. Pada bagian puncak genta dihiasi arca dewa bertangan empat. Kemungkinan merupakan dewa dalam agama Buddha Mahayana.

Bagian sisi-sisinya dihiasi kepala Kala berahang atas dan bawah yang seolah-olah kedua tangannya mencengkeram untaian motif guirlande.

Batu;
Kutai, Kalimantan Timur;
Abad ke-5 Masehi;
Panjang 40 cm; Lebar 20 cm; Tinggi 170 cm;
No. Inv. D. 2a.

Prasasti ini adalah salah satu dari tujuh buah prasasti yang dipahatkan pada tiang batu yang disebut “Yupa”. Merupakan prasasti tertua di Indonesia. Ditulis dalam aksara Pallawa Tua dan bahasa Sansekerta.

Isinya menyebutkan tentang silsilah Mūlawarmman, raja terbesar di daerah Kutai Purba. Kakeknya bernama Kunduńga, ayahnya bernama Aśwawarmman yang berputra tiga orang. Yang terkenal dari ketiganya ialah Sang Mūlawarmman.

Disebutkan dalam prasasti Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan) besar. Untuk memperingati kenduri (selamatan) itulah, yupa ini didirikan oleh para Brahmana.

Read Full Post »