Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Koleksi Prasejarah’ Category

Kapak Upacara

Perunggu
Rote, NTT
Panjang 78 cm, Lebar 41,5 cm
Paleometalik
Museum Nasional Indonesia
No. Inventaris 1442

Kapak upacara ini berwarna hitam kecoklatan, memiliki hiasan yang berbeda pada kedua sisinya. Pada sisi pertama terdapat hiasan hewan berkaki empat dan hiasan flora. Ujung pegangannya memiliki hiasan motif garis bergerigi. Sedangkan pada sisi lainnya terdapat hiasan topeng bertangan dengan hiasan-hiasan stilir, garis, lingkaran, gerigi, meander, lidah api, dan tumpal.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Kapak Corong

Kapak Corong

Perunggu
Bandung, Jawa Barat
Masa Paleometalik
panjang 21,2 cm; lebar 12,3 cm; tebal 1,3 cm
No. Inv. 1320 b

Kapak corong ini mempunyai pangkal berbentuk seperti ekor burung sriti. Bagian tengahnya berrongga, digunakan untuk menempatkan gagang. Bagian tajaman terdapat di ujungnya.

Dalam pengelompokkan jenis kapak perunggu di Indonesia yang dilakukan oleh Prof. Dr. R.P. Soejono, seorang ahli prasejarah Indonesia, kapak ini dimasukkan ke dalam tipe II A atau the swallowtail type yaitu kapak yang memiliki bentuk pangkal menyerupai ekor burung sriti. Maka sering kali kapak ini disebut “kapak sriti”.

(lebih…)

Read Full Post »

Kerang

Kjökkenmodinger

Kerang
Pantai Timur Sumatera
Masa Mesolitik
panjang 12,7 cm; lebar 8,2 cm; tebal 3,4 cm
No. Inv. 922

Kjokkenmodinger (bahasa Denmark) adalah sebutan bukit kerang yang disebabkan dari penumpukkan kulit-kulit kerang sebagai limbah makanan komunitas prasejarah di masa Mesolitik.

(lebih…)

Read Full Post »

Beliung

Beliung

Kalsedon
Sukabumi, Jawa Barat
Masa Neolitik
panjang 13 cm; lebar 6 cm; tebal 1,4 cm
No. Inv. 7


Beliung persegi atau kapak persegi merupakan alat batu yang paling dominan dari masa neolitik (masa bercocok tanam). Penemuannya hampir di seluruh kepulauan Indonesia, khususnya di pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Oleh karena itu, sering kali beliung persegi dijadikan acuan bagi masa neolitik di Indonesia.

(lebih…)

Read Full Post »

Atap Tengkorak Homo Erectus

Gips
Trinil, Solo, Jawa Tengah
Awal dan Tengah Masa Pleistosen
No. Inv. 2208

Homo Erectus diperkirakan sudah ada di kepulauan Indonesia sekitar 1,7 juta tahun yang lalu. Fosil Homo Erectus merupakan jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

(lebih…)

Read Full Post »

Read Full Post »