Feeds:
Pos
Komentar

Jogan

Jogan

Emas, perak, batu mirah
Riau, Lingga
Lebar 27,5 cm, Tinggi 51 cm
Museum Nasional Indonesia
No. Inventaris E 13

Jogan berbentuk kipas, menyerupai daun sirih (Jawa: kayon/gunungan). Bagian pinggir dan tulang daunnya terbuat dari perak. Pada puncaknya terdapat hiasan berbentuk buah, terbuat dari emas 18 karat. Hiasan buah berbentuk bulat dan berkelopak daun tujuh helai dan bergunjai sehelai daun kecil, terbuat dari emas. Tangkai pita terdiri atas tiga lapis. Selain itu, juga terdapat hiasan sulur-suluran, roset, dan lidah api.

Lanjut Baca »

Iklan

Kapak Corong

Kapak Corong

Perunggu
Bandung, Jawa Barat
Masa Paleometalik
panjang 21,2 cm; lebar 12,3 cm; tebal 1,3 cm
No. Inv. 1320 b

Kapak corong ini mempunyai pangkal berbentuk seperti ekor burung sriti. Bagian tengahnya berrongga, digunakan untuk menempatkan gagang. Bagian tajaman terdapat di ujungnya.

Dalam pengelompokkan jenis kapak perunggu di Indonesia yang dilakukan oleh Prof. Dr. R.P. Soejono, seorang ahli prasejarah Indonesia, kapak ini dimasukkan ke dalam tipe II A atau the swallowtail type yaitu kapak yang memiliki bentuk pangkal menyerupai ekor burung sriti. Maka sering kali kapak ini disebut “kapak sriti”.

Lanjut Baca »

Kerang

Kjökkenmodinger

Kerang
Pantai Timur Sumatera
Masa Mesolitik
panjang 12,7 cm; lebar 8,2 cm; tebal 3,4 cm
No. Inv. 922

Kjokkenmodinger (bahasa Denmark) adalah sebutan bukit kerang yang disebabkan dari penumpukkan kulit-kulit kerang sebagai limbah makanan komunitas prasejarah di masa Mesolitik.

Lanjut Baca »

Beliung

Beliung

Kalsedon
Sukabumi, Jawa Barat
Masa Neolitik
panjang 13 cm; lebar 6 cm; tebal 1,4 cm
No. Inv. 7


Beliung persegi atau kapak persegi merupakan alat batu yang paling dominan dari masa neolitik (masa bercocok tanam). Penemuannya hampir di seluruh kepulauan Indonesia, khususnya di pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Oleh karena itu, sering kali beliung persegi dijadikan acuan bagi masa neolitik di Indonesia.

Lanjut Baca »

Hiasan Perahu “Kora”;

Kayu, kerang;
Kepulauan Tanimbar;
No. Inv. 14308.

Hiasan ujung perahu Kora dari kepulauan Tanimbar ini berbentuk seperti kerucut yang menyerupai layar perahu. Salah satu sisinya dihiasi dengan kulit kerang putih. Pada bagian atau bidang yang kosong dihiasi dengan ukiran bentuk spiral serta bentuk binatang berkaki empat di bagian bawah.

Lanjut Baca »

Wadah Tinta

Wadah Tinta “Tattoo”;

Kayu;
Dayak, Kalimantan Tengah;
No. Inv. 7669.

Kayu berukir dengan bentuk anjing berkepala naga disebut motif aso. Motif ini merupakan perwujudan nenek moyang yang amat ditakuti orang Dayak. Motif ini juga merupakan simbol kesuburan.

Lanjut Baca »

Hiasan Telinga

Besi
Dayak, Kalimantan
No. inv. 9874

Perhiasan telinga berbentuk motif aso, yaitu perpaduan antara naga dan anjing yang distilir. Motif aso merupakan motif khas Dayak di Kalimantan, motif naga adalah simbol dunia bawah yang diasosiasikan dengan air. Air juga merupakan simbol perempuan yang dikaitkan dengan kesuburan.